Kamis, 27 September 2012

Arsitektur Telematika (client side & server side)

Istilah arsitektur mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu system ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi. Client merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server sedangkan server ialah, sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta olehclient.

Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.

1. Arsitektur Server Side Server
Sebuah server web khusus yang menyediakan layanan untuk sebuah client. Bisa berupa informasi dan data yang dinginkan oleh client. Dan dalam server sering dikenal sebuah istilah yaitu tier, tier di dalam server digunakan untuk menjelaskan pembagian sebuah aplikasi yang melalui client dan server, yang diproses dan hasilnya akan dikembalikan kepada client.
Karakteristik :
- Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.
- Menunggu dan menerima balasan.
- Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.
- Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI. 

2. Arsitektur Client Side Client
Merupakan satu aplikasi komputer yang ada pada satu komputer pengguna dan terhubung ke satu server. Client bersifat menerima apa yang dikirimkan oleh sebuah server.
Karakteristik :
- Menunggu permintaan dari salah satu client.
- Melayani permintaan klien dan menjawab sesuai data yang diminta oleh client.
- Suatu server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.
- Jenis-jenisnya : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.

Jadi arsitektur client server merupakan suatu pembagian tugas antara penyedia layanan (server) dengan penerima layanan (client) , client server biasanya digunakan melalui sebuah jaringan komputer dengan hardware yang terpisah. Oleh karena itu sering sekali kita saat meminta sebuah layanan dikirimkan melalui komputer terkadang lama, karena servernya harus mengkonfirmasi terlebih dahulu, dan akan menerima hasil pemrosesan data yang dilakukan oleh server kemudian ditampilkan kepada user pada sebuah aplikasi yang dapat berinteraksi langsung dengan user

Sumber: http://yuswidyandi.blogspot.com/2010/10/arsitektur-telematika.html
http://kyfi.wordpress.com/2011/10/03/arsitektur-client-side-server-side-pada-telematika/

Definisi Telematika

Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang berarti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah Telematika hadir dan berawal oleh adanya hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan kepopuleran telekomunikasi, media dan informatika. Pada kalangan praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan dari “Telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu (konvergensi ).

Namun dalam hal ini istilah telematika ini masih sedikit membingungkan masyarakat, karena istilahMultimedia semula hanya berpatokan pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), telematika, multimedia, maupunInformation and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Sumber: http://putrikireina.blogspot.com/2010/10/tugas-telematika-softskill.html

Perkembangan Trend Ke depan Telematika

Perkembangan Telematika mengalami tiga periode diantaranya:
1. Periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an.
2. Periode pengenalan dan pengembangannya, rentang waktunya adalah tahun 1990-an.
3. Periode aplikasi dimulai tahun 2000 sampai dengan sekarang.

Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang berarti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah Telematika hadir dan berawal oleh adanya hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan kepopuleran telekomunikasi, media dan informatika.

Telematika adalah singkatan dari telekomunikasi dan informatika. Kebebasan individu untuk mengembangkan dan menjadikannya sebagai suatu trend (walau sesaat) di dalam masyrakat. Yang pasti dalam proses perkembangannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sehingga tidak merugikan pihak lain dan tidak menguntungkan diri sendiri (egois). Sehingga trend ke depan telematika dapat menjadi suatu trend yang dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh masyarakat, baik dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.

Minggu, 01 April 2012

Resensi Artikel

RESENSI ARTIKEL

1. DATA PUBLIKASI

a. Judul Tulisan           : 3 Manfaat Kulit Jeruk
b. Nama Penulis          : Annelis Brilian
c. Penerbit                   : www.tabloidnova.com
d. No / tanggal terbit   : 25 Maret 2012
e. No.Halaman            : http://www.tabloidnova.com/Nova/Kesehatan/Umum/3-
                                      Manfaat-Kulit-Jeruk
f. Tema                        : Kesehatan

2 RINGKASAN

Manfaat dari jeruk tak hanya berasal dari buahnya. Kulit jeruk yang biasanya hanya berakhir sebagai limbah, ternyata memiliki beragam manfaat yang dapat diraih dengan mudah. Tiga manfaat kulit jeruk berikut dapat langsung Anda aplikasikan di rumah tanpa membutuhkan pengolahan khusus.
  • Membersihkan Noda
    Banyaknya produk pencuci piring yang menggunakan bahan dasar jeruk, pada dasarnya dikarenakan asam sitrat yang terkandung di dalamnya memang dikenal ampuh membersihkan noda.
  • Menghaluskan Kulit
    Kandungan asam dan garamnya pun bermanfaat untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Maka jika kulit tumit Anda kasar dan pecah-pecah, percepat proses pengelupasan dengan menggosok kulit jeruk ke permukaan kulit.
  • Pewangi Natural
    Jika Anda menyantap jeruk sebagai hidangan pencuci mulut di rumah, jangan dulu membuang kulitnya. Masakan dengan bau menyengat dapat meninggalkan aroma kurang sedap di wastafel Anda. Maka setelah acara makan besar keluarga, kumpulkan kulit jeruk dan taruh beberapa potongannya di saringan pembuangan wastafel. Aroma jeruk yang segar pun akan menyeruak di dapur Anda. 
3. KEUNGGULAN
  • Kita dapat mengetahui 3 manfaat kulit jeruk.
  • Di artikel tersebut juga menjelaskan bagaimana cara pemakaian kulit jeruk tersebut.
  •  Lebih alami dalam hal perawatan kulit.
4. KELEMAHAN
  • Dalam artikel tersebut hanya menjelaskan sedikit tentang pemanfaatannya.
  • Tidak memberikan gambar.
5. SARAN

Artikel ini bagus untuk dilakukan pemanfaatannya karena dapat di manfaatkan dengan baik kulit jeruk tersebut ,dan jadi lebih tahu pemanfaatan kulit jeruk tersebut.

Senin, 06 Juni 2011

TUGAS 5

1. a. Uang fiat
Adalah komoditas yang diterima sebagai uang, namun nilai nominalnya jauh lebih besar dari nilai komoditas itu sendiri (nilai intristiknya atau intrinsic value-nya). Contoh paling mudah adalah uang kertas Rp 100.000,00 yang anda terima. Nilai nominal uang kertas tersebut adalah jauh lebih tinggi dari nilaikertasnya. Tetapi mengapa masyarakat menerima bahwa selembar kertas yang nilainya tidak seberapa tersebut dapat digunakan untuk berbelanja senilai Rp 100.000,00? Karena pemerintah telah menetapkannya berdasarkan keputusan resmi, sehingga masyarakat menjadi percaya.

b. Uang komoditas (commodity money) 
Adalah uang yang nilainya sebesar nilai komoditas itu sendiri. Contohnya, pada masa lalu nilai sekeping uang perunggu adalah lebih kecil dari nilai satu keping uang perak, tetapi satu keeping uang perak nilainya lebih kecil dari nilai satukeping uang emas, sebab nilai perunggu lebih murah dari perak, sedangkan nilai perak lebih murah dari emas.

c. Uang hampir likuid sempurna (near money)
Salah satu syarat suatu aset untuk dapat digunakan sebagai uang adalah likuiditasnya. Uang fiat dan uang komoditas adalah uang yang likuidnya sempurna, sehingga untuk digunakan tidak perlu ditukar atau dicairkan terlebih dahulu . selain kedua jenis uang tersebut ada juga aset financial yang berfungsi sebagai uang namun untuk menggunaknnya harus ditukarkan/dicairkan terlebih dahulu. Misalnya uang dalam bentuk cek (demand deposit) dapat diterima sebagai alat pembayaran. Namun tidak semua pelaku kegiatan ekonomi mau menerimanya. Bukan karena tidak percaya, tetapi bila ingin digunakan harus ditukarkan ke dalam bentuk uang kertas atau uang logam. Karena itu walaupun dapat digunakan sebagai uang, cek bukanlah subtitusi sempurna bagi uang kertas/logam.


2.Fungsi uang :
# Satuan hitung (unit of account) 
# Alat transaksi (medium of exchange)
# Penyimpanan nilai (store of value)
# Standar pembayaran di masa mendatang (standard of deferred payment)

3.Motivasi orang memegang uang :
 # Teori klasik : Menurut teori klasik, misalnya ada seorang pedagang ia membutuhkan uang hanya sebagai alat tukar.
 # Teori keynesia :Menurut teori keynesia ada tiga macam motivasi orang memegang uang, diantaranya:

a. Motivasi transaksi
Motivasi ini sama dengan teori klasik, masyarakat memegang uang untuk mempermudah dirinya dalam melakukan kegiatan transaksi sehari-hari.

b. Motivasi berjaga-jaga
Motivasi ini digunakan oleh banyak masyarakat dengan maksud memegang uang untuk berjaga-jaga jikalau ada suatu hal yang tidak diinginkan terjadi, misalnyasakit atau terkena bencana.

c. Motivasi spekulasi (mendapat keuntungan)
Motivasi ini digunakan oleh masyarakat untuk mencari keuntungan, karena menurut teori keynesia masyarakat memiliki motivasi untuk memegang uang untuk mencari keuntungan adalah salah satu aset terbaik dalam kehidupannya, di tambah lagi dengan aset lainnya. Yaitu obligasi, dengan berbagai bentuk sep[erti surat pernyataan hutang yang menjamin memberikan bunga pinjaman pada uang yang mereka pinjamkan pada seseorang.

4. Lembaga keuangan non bank
# Perusahaan asuransi
# Lemabaga dana pension
# Perusahaan investasi
# Perusahaan pembiayaan
# Pegadaian.

Teori Ekonomi Mikro : Biaya Produksi

Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan oleh perusahaan tersebut.
Jenis biaya produksi :
·         Biaya eksplisit adalah pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan perusahaan.
·         Biaya implisit adalah perkiraan pengeluaran (biaya) atas faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.
Jangka waktu analisis :
·         Jangka pendek, yaitu jangka waktu dimana sebagian faktor produksi tidak dapat ditambah jumlahnya
·         Jangka panjang, yaitu jangka waktu dimana semua faktor produksi bersifat variabel

Tabel Biaya Jangka pendek
Untuk tas dengan harga Rp 40.000/per-orang.
 
 

Utilitas (Nilai Kepuasan)

Dalam ekonomi, utilitas adalah jumlah dari kesenangan atau kepuasan relatif (gratifikasi) yang dicapai. Dengan jumlah ini, seseorang bisa menentukan meningkat atau menurunnya utilitas, dan kemudian menjelaskan kebiasaan ekonomis dalam koridor dari usaha untuk meningkatkan kepuasan seseorang. Unit teoritikal untuk penjumlahan utilitas adalah util.